11/03/2015

Ruhi Tersayang Episode 24


Raman sedang meminum anggur di ruangannya, Raman sedang memikirkan Ruhi (anaknya) dan mulai marah, apalagi ketika Raman teringat pada Shagun (mantan istrinya) “Bagaimana bisa dia membuangku begitu saja” Raman teringat masa lalunya bersama Shagun, ketika dia mengajaknya untuk pergi bersamanya dalam sebuah perjalanan namun Shagun menolaknya dengan alasan tidak ingin meninggalkan bayinya sendirian di rumah, kemudian Shagun bertengkar dengan Raman, Shagun bilang kalau dia tidak bahagia hidup bersama Raman dan dia tidak ingin bersama dengannya lagi, semuanya sudah selesai ! Raman berusaha membujuk Shagun tapi Shagun malah mengatakan kalau dirinya mencintai laki laki lain, 

Sementara itu pesta masih terus berlangsung Mihika (adik Ishita) sedang menghadapi kesempatan interview pekerjaannya dengan pamannya Amrita, Mihir memberikan kode pada Mihika “Apa yang Mihir lakukan disini ?” bathin Mihika dalam hati, sementara itu Rumi sedang ngobrol dengan temannya dan mengatakan kalau Mihika terlihat sangat hot malam ini “Aku pasti akan mendapatkannya” ujar Rumi, kemudian Rumi bertemu dengan Mihika, Amrita juga ada disana “Waaah kamu hebat, Mihika ,,, rupanya kamu kenal dengan banyak orang” ujar Amrita “Dia ini tetanggaku” sela Rumi, kemudian Amrita meninggalkan mereka berdua dan pergi bersama temannya “Aku merasa iba atas apa yang terjadi dengan keluargamu, kenapa kamu menghukum aku untuk Raman, percayalah padaku, Mihika ,,, aku ini adalah temanmu, kenapa kamu memutuskan hubungan kita ?” kemudian Rumi berdansa bersama dengan Mihika sambil berkata dalam hati “Seharusnya Mihir tidak datang diantara kami” bathinnya dalam hati 

Ashok sedang mengatakan hal hal yang menyakitkan yang menentang Raman, tepat pada saat itu Mihir datang kesana dan Ashok melihatnya dengan tatapannya yang tajam, 

Sementara pada saat itu Ishita sedang merawat seekor anak anjing, Ishita teringat pada Ruhi sambil tersenyum “Apa yang sedang Ruhi lakukan saat ini ya ? Apakah aku harus menelfonnya ?” bathin Ishita dalam hati, saat itu Ruhi sedang bersama pelayannya dan tidak bisa tidur nyenyak, dari tadi Ruhi gelisah “Aku sangat rindu pada bibi Ishita, dia itu sangat baik dan sangat mencintai aku” ujar Ruhi gelisah “Apakah kamu ingin menelfonnya ?” saran pelayannya kemudian Ruhi menemukan nomer telfon Ishita dan segera menelfonnya, Ruhi sangat senang bisa mendengar suara Ishita, Ishita sangat kaget ketika Ruhi menelfonnya lalu mereka berdua tertawa bersama sama dengan sangat bahagia “Bagaimana kabarmu, sayang ?”, “Bibi Ishita, aku sangat merindukan kamu” Ishita terharu “Bibi juga sama, sayang ,,, lalu dimana ibumu ?” ujar Ishita “Ibu pergi ke pesta” Ishita tertegun “Lalu kamu di rumah sama siapa, sayang ?”, “Aku bersama Amma (pelayan Ruhi)” kemudian Ishita ngobrol dengan Amma dan memintanya untuk memberikan obat untuk Ruhi tepat waktu “Aku telah memberikan resepnya pada nyonya Shagun, kamu juga bisa menulisnya lagi” Amma langsung menulis resep yang diberikan oleh Ishita “Kalau begitu sekarang tidurkanlah dia, dia mungkin lelah” pinta Ishita, kemudian Ishita meminta Ruhi untuk menelfonnya kapanpun dia merindukannya, Ruhi merasa senang ketika Ishita mengajaknya ngobrol di telfon kemudian diapun tertidur “Dokter Ishita, Ruhi sudah tertidur” Ishita tersenyum senang “Selimuti tubuhnya dengan baik” ujar Ishita kemudian menutup telfonnya BACA SELANJUTNYA || Ruhi Tersayang Episode 25