1/17/2016

Sinopsis Drama Birth of Beauty Episode 12 Part 2


Sa Ra ternyata mengajak Ibunya dan juga Kyung Joo makan bersama, ia juga mengambilkan mereka sayur untuk mereka rebus dan dimakan. Ibu Geum Ran menanyakan tentang Sa Ra yang ikut kompetisi Chef. Sa Ra menceritakan ia ingin mencoba untuk ikut kompetisi dan ini hari pertamanya 

Kyung Joo tersenyum, memuji Sa Ra sangat keren dan mengucapkan selamat. Sara melihat dua orang yang sangat mencintainya. 

"Aku...ingin bilang padamu, untuk berhati-hati dengan Lee Kang Joon.Karena itulah kenapa aku minta bertemu.Sementara, lebih baik jika tidak bertemu dengannya. Protes juga jangan lakukan sendiri. Akhir-akhir ini Lee Kang Joon lebih sensitif, jadi kau harus extra hati-hati" ucap Sa Ra

"Terima kasih sudah mengkhawatirkan kami." kata Kyung Joo 

Lalu Sa Ra meminum dari cangkir dengan dua kepalan tangannya yang mengepal untuk mengangkat cangkir. Ibu Geum Ran melihat cara memegang cangkir seperti Geum Ran, Sa Ra terlihat sedikit panik. 

" Iya benar... Jarinya Geum Ran selalu terluka karena kebiasaan itu.Dia punya kebiasaan menghangatkan jarinya di cangkir." cerita Kyung Joo mengingat cara minum sahabatnya 

Sa Ra menaruh kembali gelasnya, Ibu Geum Ran merasa sudah terlalu lama menghabiskan waktu dengannya, jadi ia meminta Sa Ra untuk pergi saja karena hari ini hari yang penting untuknya. Sementara dia dan Kyung Joo akan menikmati waktu yang bersama. 

"Kalau begitu...karena waktu syutingnya akan segara tiba jika tidak keberatan" ucap Sa Ra sopan. 



Dia berjalan meninggalkan  keduanya dan pergi kekasir dengan memberikan kupon diskon makan. Ibu Geum Ran melihat Sa Ra yang berdiri di depan kasir. 

"Nona muda cantik seperti itu mengingatkanku pada Geum Ran. Meskipun waja  mereka tak sama." komentar Ibu Geum Ran 


Sa Ra menengok lalu dengan wajah terharnya memanggil ibunya dalam hati yang belum bisa ia peluk seperti dulu. Kyung Joo mengingat tentang Geum Ran ia yakin sekarang pasti Syok karena ada kacang di depan meja karena ia tahu Geum Ran itu alergi dengan kacang.



Ibu Geum Ran meningat ucapan Tae Hee saat ada di mobil kalau ia berjanji akan menyelamatkannya kalau ada orang jahat yang mendekatinya. Lalu saat ada di rumah sakit jiwa, Tae Hee yang menyelamatkan dirinya dan berkata kalau ia sangat mengenal Geum Ran. 


"Dia kenal Geum Ran?" ucap ibu Geum Ran. Kyung Joo langsung menanyakan siapa yang dimaksud. 

"Han Tae Hee. Pria yang menyelamatkanku.Dia membicarakan Geum Ran, sementara dia manajernya Sara. Tapi apa mungkin  Sara mengenal Geum Ran?" ucap ibu Geum Ran 


Sa Ra baru selesai keluar dari ruangan bersama ibu Min Hyuk yang tertawa bersama. Min Hyuk datang menyapa ibunya. 

"Apa yang terjadi..... apa kalian kenal??" tanya Sa Ra binggung yang melihat Min Hyuk menyapa wanita yang keluar bersamanya. 

Ini Sara......Dan..ini ibuku." ucap Min Hyuk mengenalkan keduanya dengan senyuman manisnya. 

Ji Sook tak menyangka Min Hyuk yang mengundang Sa Ra jadi ia disuruh menyuruhnya untuk datang walaupun sebenarnya ia tak peduli dengan masak memasak. Min Hyuk membenarkan,lalu  salah seorang pegawai datang membawakan hadiah pada Sa Ra yang sudah datang. 

"Kedua orang yang paling kusukai....keduanya ada disini." goda Min Hyuk 

Lalu ia menanyakan apakah makanan yang tadi disediakan itu enak. Sa Ra memuji kalau itu sangat menakjubkan. Dia tak percaya sebagai pencicip VIP yang tak pernah ia berada di tempat seperti itu. Min Hyuk mengajak Sa Ra untuk naik ke mobil karena ia akan mengantarnya. 

"Tidak, tidak apa.....Ini aku memberikannya padamu sebagai ucapan terima kasih, karena kau tak sempat mencobanya. Dan hari ini terimakasih " ucap Sa Ra yang memberikan hadiahnya lalu berjalan pergi sendiri 

Ibu Min Hyuk melihat anaknya itu menyukai Sa Ra dan ia memberikannya setengah setuju, karena Sa Ra memang menarik. 

"Tapi  ini pertama kalinya aku melihatmu begini." komentar ibunya yang melihat sikap anaknya 

"Aku tak khawatir dengan yang setengahnya lagi. Jika kau bertemu dengannya sekali lagi semuanya pasti beres." kata Min Hyuk dengan senyuman orang yang jatuh cinta 

Ji Sook mengoda anaknya yang sangat terlihat benar-benar jatuh cinta dengan Sa Ra. Min Hyuk memberikan senyumannya dengan lirikannya. 


Chae Yoon yang ada dikamar memberikan nomor telp Tae Hee pada Min Hyuk. Jin Hyung datang memanggil Chae Yoon karena ibunya ingin bertemu membicarakan tentang bangunan. 

Kang Joon dan Chae Yoon saling melirik lalu Chae Yoon turun kebawah menemui ibu mertuanya. 


Kang Joon mengangkat telpnya, Sa Ra sedang memotong bawang mendengar bunyi ponsel Tae Hee dan berteriak memanggilnya. Ponsel Tae Hee terus berbunyi dan ia melihat ponsel Tae Hee yang tergeletak diatas rak buku. 

Wajahanya langsung kaget karena Kang Joon, mantan suamianya yang menelp Tae Hee, karena penasaran ia mengangkat telp milik Tae Hee. 

"Lee Kang Joon... Ini Sara...Kenapa kau mencari Han Tae Hee? Bicara padaku.... " tegas Sa Ra



Keduanya bertemu di restoran milik Tae Hee yang sudah tutup. Kang Joon menatap Sa Ra dengan tatapan pembunuhnya, Sa Ra tak mau kalah untuk menatapnya langsung. 

"Tae Hee tak ada hubungannya dengan ini. File yang kau temukan di kamarku aku mengumpulkannyakarena aku menyukaimu. Jadi Tak ada alasan bagimu untuk bertemu dengan Han Tae Hee." 


Kang Joon memperlihatkan foto Geum Ran, yang membuat Sa Ra sedikit panik. Tapi dia menanyakan hal itu padanya. 

"Tentu kau tahu.Karena Han Tae Hee kenal Sa Geum Ran. Apa hubungan Sa Geum Ran dan Han Tae Hee?" tanya Kang Joon sinis 

Sa Ra terdiam, Kang Joon menyuruh Sa Ra menjawabnya, Sara mengatakan kalau ia tak tahu tentang itu. Kang Joon tak percaya begitu saja, Sa Ra menegaskan kalau ia memang tak tahu.  

"Kalau begitu, aku sendiri yang bertanya pada Han Tae Hee." ucap Kang Joon berdiri dari bangkunya 

"Dia tak tahu apapun." ucap Sa Ra mencoba mencegah Kang Joon 

Kang Joon menatap Sa Ra penuh amarah lalu mencengram tangannya dengan erat. Sa Ra yang mencoba melepaskan tapi tak bisa, Kang Joon mendorongnya sampai bersandar ke tembok. Wajah Sa Ra terlihat semakin ketakutan. 

"Aku harus tahu apa hubungan mereka. Dan kau harus camkan baik-baik ucapanmu" kata Kang Joon dengan mata melotot 

"kau wanita pertama dalam hidupku yang kucintai.Aku takkan membiarkannya begitu saja...Mengerti?" tegas Kang Joon lalu melepaskan cengramannya dan pergi. 


Sa Ra langsung terdiam dan menunduk saat masuk ke dalam rumah, Tae Hee langsung berteriak menanyakan kemana Sa Ra pergi karena tak bilang-bilang. Sa Ra terdiam, Tae Hee melihat Sa Ra yang melamun lalu memanggilnya lagi. 

"Aku pergi ke restoran...karena kompetisi memasak." ucap Sa Ra berbohong 

"Kalau begitu bilang padaku, jadi Aku tak khawatir.Kau meninggalkan alatmu dan tidak mengangkat telpon. Ada apa sebenarnya?" tanya Tae Hee dengan nada kesal 

Sa Ra tetap saja terdiam, Tae Hee heran dengan Sara yang membuatnya khawatir padahal mereka sedang perang dengan Kang Joon. Dia melihat kalau Sa Ra itu memang mau menjaga jarak dengannya. 

"Jangan khawatir jika aku terlalu menggebu. Aku takkan menyentuhmu hingga kau mengatakan boleh." tegas Tae Hee. 

Sa Ra hanya mengatakan baiklah lalu masuk ke dalam kamarnya, Tae Hee semakin binggung dengan sikap Sa Ra.





Di dalam kamar, Sa Ra duduk terdiama diatas sofa depan cerminnya. Ia mengingat pertanyaan  Kang Joon yang menanyakan hubungan Tae Hee dengan Geum Ran padanya. 

"Sekarang Dokter dalam bahaya. Dan Lee Kang Joon adalah masalah yang harus kuatasi." ucap Sa Ra yang menatap kosong di depannya. 


Chae Yoon  kembali memandu acara Birth Of Chef di depan Chef pria. 

"Birth of Chef mendapat banyak sambutan di bulan November. Pemenang ronde ke-3 adalah. chef Kim Joon Yong dari Hotel Soyun. Kita kedatangan chef baru berkompetisi melawan Chef Kim. Yaitu...... Sa Ra" 

Dengan senyuman di wajahnya ia menyapa Sa Ra  dan akan menantikan kemampuan masaknya. Sa Ra berbicara di kamera kalau ia akan melakukannya yang terbaik. Setelah itu Sa Ra pindah pada juri yang mengunakan baju Hanbook. 

"Nyonya.Masakan selanjutnya seharusnya adalah tiram dan ayam. Tapi aku ingin menambahkan sesuatu." ucap Chae Yoon 

Dia membahas tentan panen kacang yang memburuk dan membuat petani jadi putus asa, karena hal itu semua untuk membantu petani ia mengusulkan untuk menambahkan kacang dalan bahan makanan yang akan digunakan. Sang juri pun langsung setuju, Chae Yoon melirik tajam pada Sa Ra 

Sa Ra panik dan ketakutan karena unsur bahannya harus mengunakan kacang.  Chae Yoon mengumumkan bahan makan mereak adalah dari kacang dan Seafood. 

"Sara dan Kim Joon Yong....kami menantikan masakan dengan menampilkan seafood dan kacang." ucap Chae Yoon yang kembali memperlihatkan wajah senyumannya pada kamera. 



Malam sebelumnya, Chae Yoon kaget mengetahui Geum Ran yang alergi kacang dari Kang Joon. Setelah itu ibu mertua dan Jin Young menceritakan Geum Ran yang memiliki alergi kacang parah sampai mulutnya bisa kaku dan shock lalu pingsan. 

Setelah itu mereka break syuting sebelum acara masak memasak di mulai, Sa Ra binggung karena ia harus memasak dengan kacang padahal ia sangat alergi. Chae Yoon melirik tajam pada Sa Ra dan merasa kali ini ia menang bisa membuat Sa Ra kalah dengan kekurangannya. 



Dengan wajah penuh kemenangan ia menghampiri Sa Ra dan menyindirnya akan menunggu masakan kacangnya, Sa Ra mengangkat wajahnya

"Itu cukup membuatmu pucat pasih Kau takkan bisa memasak apapun dengan kacang." gumam Chae Yoon dengan senyuman licik 

Sa Ra masih bengong karena harus membuat masakan dari kacang padahal ia sendiri itu sangat alergi dengan kacang. 



Di dalam ruang make up Chae Yoon menelp, Nyonya Son dan memperkenalkan diri karena ia ingin mengunjunginya ke rumah untuk berbicara. 

Malam sebelumnya, 

"Apa kegiatan Tae Hee oppa akhir-akhir ini? Aku harus tahu gerak-geriknya agar bisa merespon." kata Chae Yoon 

"Han Tae Hee...mengkonfrontasi Direktur Han atas neneknya dan Tak lama lagi pasti beritanya heboh." jelas Kang Joon 

Chae Yoon kaget mengetahui Tae Hee itu punya seorang nenek, ia meminta Kang Joon untuk memberitahu secara detail tentang Tae Hee, Direktur Han dan nenek Tae Hee. 


"Apa yang membawamu kemari, Chae Yoon?" tanya Ji Sook 

"Aku datang menemui Nyonya Park Man Duk." jawab Chae Yoon santai 

Ji Sook terlihat melotot kaget karena Chae Yoon ingin bertemu dengan ibu mertuanya yang paling ia benci. Chae Yoon menceritakan kalau Tae Hee dan dirinya itu dibesarkan bersama, jadi ia ingin menganggap Madam Park itu juga sebagai neneknya. 

"Sekarang....bukan waktu yang tepat. Nenek pasti akan menyukaiku." ucap Ji Sook sinis 

"Ini juga membantu nyonya. Aku bisa menjadi pembawa pesan untuk mu." balas Chae Yoon 




Mendengar ada suara yang masuk ke dalam ruangannya, Madam Park langsung menyuruh keluar karena ia tak mau makan apapun. Chae Yoon menyapa madam park dan memberitahu kalau ia adalah adik dari Tae Hee dan berkerja sebagai penyiar berita . 

"Orang pertama yang dia temukan setelah terluka akibat kecelakaan itu adalah ayahku. Setelah itu, dia dan aku tumbuh bersama dalam 1 rumah." cerita Chae Yoon 

"Keluarga yang mengurus Tae Hee. Kalau begitu..mendiang Gyo Yong Joon itu....." 

Chae Yoon melanjutkan ucapan madam Park kalau itu nama itu adalah ayahnya. Dengan mata berkaca-kaca madam Park sudah tau cerita kalau Yong Joon itu sebenaranya sedang tidak sehat tapi mau menerima Tae Hee saat itu. 

"Aku begitu berterima kasih. Jika kau putrinya,....kau juga penyelamatku." kata nenek dengan memegang tangan Chae Yoon. 

Nenek Park menanyakan kenapa Chae Yoon bisa datang kerumahnya. Chae Yoon menceritakan Tae Hee yang tak bisa datang jadi ia yang datang mengantikannya dan akan menjadi penghubung antara mereka. Nenek Park mengangguk mengerti. 


"Kau menemui nenek....Bagaimana kau bisa ke Sewondang?" teriak Tae Hee kaget. 

"Direktur Han dan Kang Joon ada di pihak yang sama. Aku istrinya Kang Joon.Jadi, Direktur Han dan ibunya  percaya padaku." jelas Chae Yoon 

Tae Hee langsung menanyakan keadaan neneknya, Chae Yoon menceritakan Madam Park yang tak mau makan, wajah Tae Hee langsung khawatir memikirkan neneknya. 

"Saat aku disana, dia makan beberapa sendok atas permintaanku. Mulai sekarang aku akan mengurus makanan nenek" ucap Chae Yoon sambil memegang tangan Tae Hee. 

Mata Tae Hee melihat Chae Yoon lalu melepaskan tangannya, Chae Yoon meremas tangannya sendiri dengan kesal tapi ia mencoba untuk tetap tenang. 

"Tenanglah karena aku akan menjadi penghubung antaramu dan nenek." janji Chae Yoon pada Tae Hee 

Ia tahu akhir-akhir ini keadaan Tae Hee itu semakin sulit dan itu karena Kang Joon, Tae Hee binggung kenapa Chae Yoon membahas Kang Joon. 

"Dia menelpon mau bertemu denganmu.beberapa hari yang lalu. Kupikir kau bicara dengannya." jelas Chae Yoon 

Tae Hee tak merasa berbicara dengan Kang Joon, lalu ia memeriksa ponselnya dan melihat nama Kang Joon disana tapi dengan tanda telp itu di angkat pada hari sabtu jam 17.22. 


"Kau bertemu dengan Lee Kang Joon Sendirian?" tanya Tae Hee yang baru masuk ke dalam rumah melihat Sa Ra yang duduk terdiam di depan semangkuk kacang. 

Sa Ra mengakuinya kalau ia menemuinya,  Tae Hee marah karena Sa Ra menemuinya sendirian dan Kang Joon itu menelpnya seharusnya ia yang bertemu dengan Kang Joon bukan Sa Ra. Dia ingin tahu apakah ada sesuatu yang berbahaya atau tidak saat Sa Ra bertemunya. 

"Kau tak perlu tahu." ucap Sa Ra ketus, Tae Hee makin penasaran menahan Sa Ra yang akan pergi lalu menanyakan kenapa ia tak boleh tahu. 


"Pada dasarnya, Lee Kang Joon memang tak ada urusannya denganmu, Dia masa lalu ku" tegas Sa Ra 

"Inilah yang kubenci. Aku khawatir dan aku tak suka kau terlibat dengannya. Aku marah karena mendengarnya dari Chae Yoon." ucap Tae Hee dengan nada tinggi. 

Sa Ra makin terlihat kesal karena Tae Hee menyebut nama Chae Yoon, menurutnya seharusnya ia yang marah karena Tae Hee mendatangi saat kecelakaan mobil dan pergi saat dipukuli oleh suaminya. 

"Kenapa kau menyuruhku membuang masa lalu?" teriak Sa Ra kesal. 

"Jadi, apa yang mau kau lakukan? Apa kau mau selamanya diseret oleh Lee Kang Joon?" sindir Tae Hee. 

"Aku...tak bisa menghapus masa laluku. Itulah kenapa aku segan saat kau mengungkit tentang pernikahan. Begitulah masa lalu Hingga kau mati,kau tak bisa memutuskannya." tegas Sa Ra 

Tae Hee menanyakan apakah Sa Ra punya penyesalan pada Kang Joon, Sa Ra terdiam. Tae Hee merasa ia mengungkit di titik yang tepat dan itu alasan Sa Ra yang membahas tentang pernikahan. 

"Kau tak bisa membayangkannya selain dengan Lee Kang Joon.Mulai sekarang, jangan pernah terlibat dengan Lee Kang Joon" perintah Tae Hee 

"Itu masalahku.....Aku yang urus...." tegas Sa Ra 

Tae Hee mengalah dengan wajah kesal dia tidak akan terlibat lagi dan menyindir Sa Ra untuk berpegang pada masa lalunya dan membawanya sampai ke liang kubur. Sa Ra melotot mengertak giginya karena marah lalu masuk ke kamar. Tae Hee hanya menghela nafas menahan rasa kesalnya. 


Ayah Kang Joon datang menemui ibu Geum Ran untuk mengembalikan gedung yang dibangun atas kepemilikan Geum Ran. Ibu Geum Ran merasa itu bukan miliknya. 

"Aku juga sudah membicarakannya, dengan Kang Joon tentang hal ini" ucap ayah Kang Joon 

"Aku tak peduli soal uang. Aku akan menganggapnya sebagai kenangan dari Geum Ran." ungkap ibu Geum Ran 

"Kang Joon...dituduh membunuh oleh polisi. Bukankah  kau yang melaporkannya, Aku tahu aku tak berhak tapi  Kang Joon tidak jahat jadi lepaskanlah." pinta ayah Kang Joon 

Ibu Geum Ran terlihat kaget dan juga gugup karena Kang Joon di tuduh membunuh Geum Ran. Ayah Kang Joon yang melihat wajah besannya yang kaget dan gugup tak menyangka kalau ternyata bukan Ibu Geum Ran yang melaporkan anaknya ke dalam perjara 



Pagi Hari, Tae Hee bersama Pengacara Park dan juga Ketua Choi sudah berdiri depan rumah neneknya yang dijaga ketat oleh orang suruhan Min Hyuk. 

Tae Hee berteriak memanggil neneknya dari luar, Madam park yang duduk diruang baca mendengar suara Tae Hee yang memanggilnya di luar. Ji Sook dan Min Hyuk yang ada di meja makan juga mendengar terikana Tae Hee. 

"Apakah itu Han Tae Hee yang datang?" ucap Ji Sook yang terlihat panik, Min Hyuk bersandar lalu menatap sinis mengetahui Tae Hee datang. 



Min Hyuk datang menemui Tae Hee dengan wajah liciknya, Tae Hee menyerahkan surat pada Min Hyuk. 

"Aku punya surat perintah sementara, Pengadilan menyetujui kunjungan jadi Aku harus menemui nenek." jelas Tae Hee. 

"Nenek tidak mau bertemu dengan mu" ucap Min Hyuk sambil merobek surat yang dibawa Tae Hee 

Tae Hee tahu Min Hyuk itu berbohong dan tetap meminta neneknya di keluarkan dari rumahnya. 

"Jika kau berhenti menyiksa nenek dan menyerahkannya,....aku takkan membiarkan masalah ini semakin larut. Sekarang aku membutuhkannya dan Kau tak bisa menahan orang tua sebagai sandera." tegas Kang Joon 

"Kau terlihat putus asa. Sama sepertiku saat aku datang ke Sewondang 20 tahun yang lalu.Hanya karena kau muncul, menara yang kubangun selama 20 tahun takkan hancur. Jadi sekarang Pergilah dengan tenang." balas Min Hyuk dan berjalan pergi meninggalkan Tae Hee. 



"Han Min Hyuk....Kau tahu apa kesalahanmu?" ucap Tae Hee yang membuat Min Hyuk menghentikan langkahnya 

"Sewondang.dan pemikiran kau mengambil alih Grup Winner dengan usaha mu itu kalau sebenarnya itu adalah perncurian" tegas Tae Hee 

Min Hyuk menajamkan mata sinisnya, Tae Hee menegaskan ini adalah yang pertama dan sebagai hari jadi peringatan yang kedua dan ia akan muncul setelah neneknya aman. Tapi ternyata Min Hyuk mengabaikannya sebanyak dua kali jadi ia sekarang mengancam Tae Hee dan akan membuatnya menyesal. Min Hyuk hanya menatap sinis merasa tak mungkin Tae Hee membuatnya menyesal. 




Sa Ra duduk dalam restoran dengan semangku kacang, ia merasa sensitif karena kompetisi besok. 

"Berhenti membicarakan Lee Kang Joon dan masa lalu. Jangan memancingku. Bukan hanya kau yang bisa emosi." Sa Ra mulai mengedumel sendiri 

Tae Hee tiba-tiba datang dan langsung memeluknya dari belakang meminta maaf karena yang dikatakan Sa Ra sebelumnya itu benar. 

"Masa lalu bagian dari dirimu.Entah itu baik atau buruk,tak seharusnya aku menyuruhmu melupakannya dengan mudah. Begitu juga denganku yang sama sepertimu,aku juga punya masa lalu yang gelap." bisik Tae Hee 

Dia mengajak Sa Ra untuk bangkit dan ia benar-benar meminta maaf dengan yang ia katakan sebelumnya. 


Keduanya sudah saling berhadapan dengan semangkuk kacang, 

"Kau alergi dengan kacang tapi harus masakan kacang?" ucap Tae Hee. Sa Ra mengangguk dengan mata melotot. 

Tae Hee sudah membuat list dari papan dengan tulisan cara mengatasi alergi kacang. Ia menunjuk poin satu jangan mencoba tapi memasak saja. Sa Ra mengeleng karena itu tidak mungkin. Poin nomor dua, siapkan obat alergi, Sa Ra piki itu tak mungkin. 

"Nomor 3.... Gunakan bahan yang mirip." Sa Ra tetap saja mengeleng. 

"Nomor 4.... Aku tak tahu! Tak ada jawaban." 

Tae Hee terlihat tak punya cara lagi jadi ia memainkan saja semuanya dengan telinganya. Sa Ra mengerti dan akan melakukannya. Tae Hee setuju dengan senter yang ada ditangannya. 



Pagi harinya, Tae Hee sudah memasang Dasi dan juga jasnya di dalam kamarnya, seperti ia akan bersiap-siap menuju kantor. Sementara Sa Ra sudah siap dengan topi kokinya di dalam kamarnya untuk kompetisi hari ini. 



Chae Yoon kembali membuka acara" Birth of Chef...pemenang ronde ke-3, Kim Joon Yong.Penantang baru, Sara. Biskuit kacang tunanya Sara vs. masakan almondnya Joon Yong." 

Lalu ia pindah ke counter Sa Ra menanyakan apakah ia menyukai kacang, Sa Ra telrihat  binggung menjawabnya, dia pun berbohong mengatakan ia menyukai kacang. 

"Kalau begitu, baguslah.....Orang yang kukenal punya alergi. Jika aku orang itu, masakan kacang pasti sulit" komentar Chae Yoon 

Sa Ra menatap dalam Chae Yoon dalam hatinya ia berpikir musuhnya itu sudah tahu tentang Geum Ran dan sengaja melakukan hal itu, setelah itu Chae Yoon memberikan tanda kalau kompetisi di mulai. Sa Ra sempat diam sejenak dan waktu satu jam sudah mulai berjalan. 

Ia melihat chef disebelahnya sudah mulai mengupas timun, matanya melihat semangkuk kacang ada didepannya. Kang Joon mengintip melihat Sa Ra yang memasak dengan kacang. 

"Kelemahanku karena aku ini Sa Geum Ran. Tapi kekuatanku karena aku ini Sa Geum Ran.Fakta yang tak perlu dibuang maupun dihapus." gumam Sa Ra 

Ia mengingat saat Tae Hee yang menghampus tepung didahi saat melihat dirinya seperti Geum Ran. Dia bergumam kembali menyakinkan dirinya ada seseorang yang menyukai Geum Ran.

"Aku juga tak seharusnya membuangnya dan akan terus menjaganya pada diriku dan mengatasinya." gumam Sa Ra 


Waktu hanya tinggal 51 menit lagi, Sa Ra mengambil pisau dan langsung memotong tunanya. lalu menumbuk kacang, mengiris bawang dan cabai. Chae Yoon seperti tak percaya Sa Ra berani menerima tantangan membuat makanan berbahan dasar kacang. 

Sa Ra mencambur kacang yang sudah halus dengan irisan peterseli lalu melumuri dengan tuna dan mengorengnya. 



Sa Ra sempat melirik waktunya hanya tinggal 15 menit lagi, ia mulai memotong tuna dan bawang merah lalu mulai platting dan memberikan saus kacang diatasnya. Chae Yoon menatap sinis Sa Ra yang ternyata bisa memasak dengan bahan kacang. 

Dengan tatapan sinisnya ia mendatangi Sa Ra menanyakan rasa makananya. 

" Apa Kau sudah merasakan...masakanmu?" tanya Chae Yoon sinis. Sa Ra tak mau kalah, ia mengambil satu potongan tuna dari piringnya lalu memakan dan mengunyahnya. 

Chae Yoon langsung melotot kaget karena ternyata Sa Ra yang dia anggap sebagai Geum Ran itu bisa memakan makanan yang membuatnya alergi. 



"Kemarin  Han Tae Hee pergi seperti itu, dan pastinya dia takkan diam saja. Hari ini dia memanggil semua direksi  kata ibu Min Hyuk pada anaknya. 

"Sekarang ini dia tak bisa melakukan apapun.Satu-satunya cara menjadi pemegang sahamterbesar adalah mengambil alih Yayasan Budaya. Prosedur yang tepat dibutuhkan."jelas Min Hyuk sinis 

Dia merasa Tae Hee sedang terkapar maka ia akan mengeyahkan yayasan budaya, Pegawainya datang memberitahu ada siaran langsung di intranet untuk winner grup dari Han Tae Hee. 

"Halo 35,000 pegawai Grup Winner.Aku Han Tae Hee." Ji Sook dan Min Hyuk menontonnya dan ruangan 

"Selama ini aku hidup terpisah dari Grup Winner. Tapi demi keluargaku dan orang yang akanaku ingin kembali pada posisiku. menjadi keluargaku"


Terlihat suasana ruang rapat yang sudah di penuh direksi, di ruang make up juga bisa melihat Tae Hee yang berbicara di depan kamera. 

"Apa aku orang yang tepat untuk posisi itu,aku akan membiarkan kalian semua yang memutuskan. Tanpa usaha apapun, menjadi pemegang saham terbanyak dan mengambil alih perusahaan menurutku tidak benar."

Beberapa orang yang ada diruangan lainnya juga melihat Tae Hee yang berbicara dari laptop mereka. Chae Yoon juga melihat siaran Tae Hee dari tabnya dan terlihat kebingungan. 

"Aku tidak akan mengambil alih Yayasan Budaya,  Dalam sebulan, CEO baru akan dipilih oleh dewan direksi Grup Winner. Di tempat ini, aku akan bergabung menjadi kandidat CEO Grup Winner."

"Siapa yang akan menjadi CEO yang tepat untuk memegang tanggung jawab Grup Winner selama 100 tahun ke depan?Aku meminta keputusan masuk akal kalian." 

Min Hyuk memukul tangannya di sofa dengan geram ia marah besar karena ternyata Tae Hee bisa memberitahukan pada semua karyawan kalau ia akan menjadi kandidat untuk menjadi CEO. 



Chae Yoon sudah kembali ke syuting Birth of Chef untuk mendengarkan pendapat dari dewan juri. 

"Aku tergugah dengan masakannya Sara. Temanya adalah biskuit yang bisa nenek makan.Biskuitnya garing namun orang yang bergigi jelek tetap bisa memakannya.Penuh dengan pemikiran untuk keluarga.Kupikir itu yang terbaik." komentar salah satu perwakilan juri



Sa Ra tersenyum mendengarkan komentar dari juri, Chae Yoon tetap melirik sinis dan dibelakang Kang Joon melihat gerak gerik Sa Ra. Chae Yoon akan mulai mengumumkan pemenang ke 55 birth of chef, yang di nilai dari rasa, bahan, nutrisi dan keasilan setra kecantikan. 

Chae Yoon membuka amlop dan wajahnya terlihat tak senang membacanya, Sa Ra terlihat tegang menunggu pengumuman. 


"Kita sudah punya nilai keseluruhannya.Masakan pemenang memiliki nilai rasa 3 poin.Bahan 20 poin.Nutrisi 12 poin.Dan tambahan 20 poin untuk keaslian.Adalah Sara!" ucap Chae Yoon yang berusaha tersenyum di depan kamera



Sa Ra sempat melonggo tak percaya kalau ia yang menang lalu tersenyum karena semua orang memberikan tepuk tangan padanya.



Tae Hee sudah menunggu dengan gelisah, Sa Ra datang dengan wajah sumringahnya memberitahu kalau ia menang. 

"Saat diumumkan,....kupikir hatiku bisa meledak." ucap Sa Ra yang masih tak percaya dirinya bisa menang kompetisi itu. 

"Aku sudah tahu hal itu akan terjadi" komentar Tae Hee dengan wajah ikut tersenyum. 

Sa Ra binggung kenapa Tae Hee sudah tahu sebelumnya. Tae Hee menceritakan saat pertama bertemu denganya ia sudah bisa merasakan masakannya. 

"rasanya menakjubkan....Saat itu aku tahu. Ahjumma ini bisa menjadi Martha Stewart-nya Korea." puji Tae Hee 

"Tapi...kau bilang kau menimbulkan insiden.Apa yang terjadi?" tanya Sa Ra yang terlihat penasaran 

Tae Hee menceritakan kalau ia juga menang, Sa Ra juga tak percaya kalau hari ini mereka bisa menang. Lalu Tae Hee mengajak mereka untuk merayakan bersama, Sa Ra pun akan pergi berganti pakaian. Tae Hee menariknya untuk pelan-pelan saja karena ia mau mampir lebih dulu 

"Kau mau kemana? Kau bilang mau merayakan." tanya Sa Ra binggung 

" Kau Bersiaplah.Sampai ketemu 2 jam lagi di restoran. Aku harus mengurus sesuatu yang penting." jelas Tae Hee 

Sa Ra mengerti, keduanya pun berpisah untuk bertemu dua jam lagi di restoran. 




Sementara terjadi pertengkaran di tempat lainnya. 

" Apa kau memang yakin Sa Geum Ran benar punya alergi kacang?" tanya Chae Yoon ketus 

"Aku lebih penasaran pada hal lain.Sebenarnya kenapa kau butuh informasi tentang Sa Geum Ran?" teriak Kang Joon yang mulai kesal 

Dia menegaskan kalau Geum Ran itu sudah mati, lalu menanyakan keyakinan pada Chae Yoon kalau wanita itu memang sudah mati. Chae Yoon menatap sinis kearah yang lainnya. 



Tae Hee sudah ada di dalam restoran dengan mendekorasi seromantis mungkin dengan taburan bunga dan gambar love di sekelilingnya. Dan juga lilin yang menerangi jalan masuk ke dalam restoran, terlihat spanduk dengan tulisan Aku mencintaimu, Ahjumma. Kue Tart berbentuk hati dan juga berwarna pink. 

"Alasan seorang pria ingin menikah bukan hanya karena dia mencintai wanitanya. Dia ingin berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersamanya. Saat dia merasakan ingin merasakan hal itu bersama-sama. Seorang pria akan melamar" gumam Tae Hee sambil membuka kotak cincin yang ia bawa. 



Sa Ra menelp memberitahu dirinya sedang menuju ke restoran, Tae Hee berbicara ia sudah menunggu dan meminta Sa Ra untuk cepat datang. Sa Ra memberitahu kalau ia sudah di parkiran dan akan menuju kesana.

Setelah menutup telp, ia merasa batuk dan menganggap kalau alergi kacangnya itu mulai kumat, Kang Joon keluar dari persembunyiannya menatap sinis Sa Ra yang berjalan ke arah mobilnya. 

Pundak Sa Ra di tepuk dari belakang dan wajahnya ketakutan melihat Kang Joon dengan tatapan seperti seorang pembunuh. 

"Sa Geum Ran masih hidup....Benarkah?" ucap Kang Joon 

Sa Ra semakin panik karena lama kemalaman Kang Joon mulai mendekatinya, sementara Tae Hee menunggu di dalam restoran dengan senyuman.